GReeeeN, Jenius, Indah

Saat ini saya sedang pingin menulis tentang musik. Setelah ini bisa dibaca tulisan saya mengenai apa yang saya pikirkan dengan “musik populer dunia” (atau sudah dibaca duluan?). Kali ini saya mau sedikit “bersenang-senang” dengan “kesenangan” saya dulu. :p Rasanya sangat menyenangkan saat orang lain tahu jika kita “menyenangi” sesuatu, kan? (Telaah sendiri artinya).

Berhubungan dengan musik juga, saya ingin menceritakan kenapa saya suka dengan satu grup asal donburi, Jepang ini. Entah disebut “grup” atau “band” atau “penyanyi”, GReeeeN dengan mantap duduk di hati dan otak saya sebagai grup musik yang sangat saya sukai lagu-lagunya. Sebenarnya tidak hanya lagu-lagunya. APAPUN tentang mereka, menjadi “kesenangan” dan “pelajaran” bagi saya. Mungkin lebih baik saya mulai dengan perkenalan singkat.

GReeeeN (empat “e” yang melambangkan jumlah membernya) adalah grup musik hip-hop—electronic—rap—pop dari Jepang yang debut tahun 2007. Aliran musik mereka unik, berganti-ganti. Saya pertama kali mendengarkan lagu mereka (saat SMP kira-kira tahun 2007) yang berjudul “Ai Uta” di sebuah radio. Guess what, saya yang tidak tahu judul lagu itu, tidak tahu cara men-download  lagu, buta internet, selama setahun tidak bisa tidur nyenyak—berlebihan, ah—saat ingat salah satu part lagu itu. “Kimi no eranda michi wa koko de, yokatta no jyanande”.

Image

Baru setelah kurang dari setahun, teman saya yang tahu banyak tentang Jepang—TK-nya di Jepang—memberikan lagu berjudul KISEKI kepada saya. Entah bagaimana, saya merasa suara vokal di lagu itu mirip dengan lagu yang mengganggu tidur saya setahun lalu. Akhirnya saya tahu jika lagu indah itu berasal dari empat pemuda Jepang asal Fukushima.

Sampai saat ini, saya sudah mengkoleksi semua lagu mereka. Konser virtual mereka saya juga punya. Konser virtual? Ya, mereka—dengan rendah hati—tidak pernah menunjukkan rupa mereka sebenarnya di hadapan publik. Sebuah grup musik papan atas Jepang, semua orang tahu, lebih memilih bersembunyi dalam logo “GReeeeN” membentuk deretan gigi yang sedang tersenyum. Mereka memilih untuk melanjutkan karir mereka sebagai dokter gigi (semuanya merupakan mantan mahasiswa Universitas Ohu jurusan dokter gigi—yang sekarang sudah betulan menjadi dokter gigi). Mereka memililh mengabdi membersihkan gigi orang-orang Jepang dengan “sambilan” membuat lagu-lagu indah dan sarat makna.

Kerendahan hati mereka yang membuat saya benar-benar sulit untuk melewatkan sehari pun tanpa mendengarkan musik mereka. Selain tidak memperlihatkan wajah asli mereka, GReeeeN juga sering membuat lagu cuma-cuma untuk berbagai project dan kegiatan amal. Lagu “Green Boys” dan “PRAY” diciptakan untuk menyemangati korban tsunami di Sendai, Jepang, Maret 2011 silam. Penjualan lagu tersebut tidak sepeser pun masuk ke kantong mereka. Semua digunakan untuk membantu para korban tsunami. Ada juga lagu berjudul “Kono Chi E” yang diberikan secara cuma-cuma (lagi) untuk festival menari “Minna De Yosakoi Project” di Kota Kochi.

Coba para pembaca, baca arti dari lirik lagu-lagu mereka. Sebagian besar lagu saat ini mengusung tema “cinta” atau “pengkhianatan” atau “pengorbanan”. Membosankan. Namun GReeeeN menyuguhkan “pelajaran” lain melalui liriknya. Sebagian isi lirik lagu mereka adalah mengenai keluarga dan masa muda. Kadang kala tentang cinta, namun disajikan dengan cara berbeda. Kalau tidak percaya, coba saja serach lirik lagu-lagu mereka. Salah satu yang paling bekena untuk saya saat ini adalah sepotong lirik dari lagu berjudul Haruka: “Kanarazu yume o kanaete (I promise to make my dreams come true)” atau HEROES: “Yowasa wo shitteru boku mo anata mo dareka no HIIROO (Me, you, all people, we are hero)”. Masih banyak keajaiban yang saya temukan dalam lirik mereka. Cari saja kalau mau.

Saya sudah katakan dari awal, jika lagu mereka memiliki genre musik yang unik. Menurut saya, musik mereka itu universal, bisa dinikmati siapapun, dan luar biasa. GReeeeN tidak pelit menggunakan berbagai macam instrumen untuk menghasilkan karya mereka. Dibantu JIN, GReeeeN menuangkan kejeniusan mereka dalam musik yang indah. Bandingkan saja lagu “Story” atau “Haruka” yang beraliran pop slow dengan “Orenji” atau “Hana Uta” yang beraliran band dengan yang beda lagi “EZ” atau “High G.K Low ~Hajikero~” yang beraliran modern techno-electronic atau mungkin “Sakura Color” atau “Ame Uta” yang beraliran tradisional. Tidak pernah seumur hidup saya menemui karya jenius seperti milik mereka. Kejeniusan mereka juga tergambar dari judul lagu yang mereka ciptakan. “High G.K Low” dibaca oleh orang Jepang sebagai “Hajikero” yang memilliki arti, atau “AIUEOngaku” yang dibaca sebagai “Ai Ue Ongaku” yang juga memiliki arti. Masih banyak lagi.

Jangan bayangkan GReeeeN yang tidak pernah go public ini tidak memiliki video-clip atau MV. Sekali lagi, video-clip mereka pun menjadi salah satu faktor kenapa saya tergila-gila dengan grup satu ini. Mereka mengemas semua video mereka menjadi cerita yang beralur dan mudah dinikmati. Yang paling membuktikan kejeniusan mereka adalah: makna yang tergambar jelas dan benar-benar mengena di hati. Klik penelusuran “Haruka PV” atau “Sakura Color PV” atau “Tobira PV”. Menangis dan merenung saya lakukan saat pertama melihat video itu.

Apakah saya berjodoh dengan GReeeeN, saya lumayan setuju. Ada beberapa pengalaman unik saya yang berhubungan dengan mereka. Saat saya berkesempatan perhi ke Jepang tahun 2011, saya mendapatkan host family di Osaka. Tanpa terbayangkan sebelumnya, saya diajak ke Universal Studios Japan (USJ), Osaka. Tanpa terbayangkan sebelumnya juga, di sana saya disuguhi lagu GReeeeN berjudul “Gukki!! Good Lucky!!” sepanjang tempat di Universal Studios karena saat itu adalah ulang tahun USJ yang ke 10 tahun, dan GReeeeN ditunjuk sebagai pengisi theme song ulang tahun mereka. What a lucky me. Atau saat saya di Jepang pula, saya membeli roti lapis kemasan yang setelah saya pulang, baru saya ketahui jika roti lapis tersebut diiklankan oleh GReeeeN. Hal kecil memang, tapi membuat saya tahu jika saya ingin dekat dengan mereka.

Banyak hal yang masih ingin saya ceritakan mengenai GReeeeN. Namun butuh beberapa lembar halaman web untuk menuntaskannya. Yang pasti, GReeeeN memiliki penggemar di semua usia—dengan ke-universal-an lagu mereka—yang terus men-support mereka hingga kini. Apa yang menyebabkan mereka terus mendukung grup ini hingga saat ini padahal GReeeeN tidak pernah muncul menyapa secara langsung para penggemarnya? Alasan mereka pasti sama seperti saya: kemurnian, kepolosan, dan kejujuran musik mereka yang jenius dan cerdas, musik mereka yang merangkul semua generasi dan melintasi batas apapun, kerendahan hati membernya, dan tentunya pesan dan pelajaran mereka melalui karya menakjubkannya. Saya yang di Indonesia ini hanya bisa terus “memantau” karya-karya teranyar mereka dari sini. Menikmati suntikan semangat dari mereka, dan menunggu saat di mana mereka akan datang ke depan mata tanpa logo deretan gigi yang tersenyum.

Quote: Thank you GReeeeN, for make my days more beautiful.

Written with love for: Hide, Navi, 92 and Soh. And JIN as well.

Image

Advertisements

4 thoughts on “GReeeeN, Jenius, Indah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s