Pencapaian Terbesar dalam Hidup: Setiap Orang Punya

Kalau berbicara masalah ‘pencapaian’, mungin tidak akan ada habisnya bagi kita yang muda ini untuk membicarakannya. Di sela-sela rapat panitia, hangout di warung bubur kacang hijau, atau saat kerja kelompok tugas akhir semester, dengan mudah kita yang muda ini akan tersisipi oleh tema ‘pencapaian’. Mungkin ada beberapa di antara kita dengan bangga menceritakan pencapaian mereka yang bikin orang lain bengong. Namun tidak sedikit pula yang dengan rendah hati—atau rendah diri, bedanya tipis—mengatakan jika pencapaian mereka belum seberapa, akan datang pada masanya nanti. Bagaimanapun bentuknya, sebenarnya setiap orang memiliki pencapaian. Tapi sayangnya, banyak yang menganggap jika pencapaian itu harus merupakan ‘kesuksesan’. Padahal, ‘kesuksesan’ itu sendiri kadarnya berbeda. Berbeda di mata manusia satu dan di mata manusia lain.

Bagi saya, pencapaian itu bukan melulu masalah kesuksesan—dengan bermacam kadar tadi—namun lebih mengarah ke yang namanya ‘kepuasan batin’. Saat secara emosional kita merasa puas akan sesuatu, maka pencapaian kita dapat. Namun yang terjadi sekarang, bagi kita yang muda ini, kita akan merasa memiliki pencapaian jika orang lain tahu mengenai ‘pencapaian’ kita. Entah memang manusia punya naluri begitu, atau memang kita yang muda ini memiliki kecenderungan ke arah sana. Yang pasti, apapun pencapaian seseorang, di saat itu menjadi sebuah kebahagiaan bagi diri sendiri dan orang lain, maka pencapaian itu ‘give meaning’, pencapaian yang ‘nggak kosong’.

Pada Desember 2011, pencapaian saya yang kesekian kalinya—setidaknya menurut saya sendiri—kembali terwujud. Dengan melalui kerikil dan gurun pasir—nggak gitu juga sebenarnya—saya mencapai daftar pertama mind map masa kecil, yaitu pergi ke Jepang. Plus-plusnya, tanpa sepeser pun duit keluar dari dompet ortu. Saat itu, anak SMA sangat jarang mendapat kesempatan beasiswa pergi ke luar negeri. Dalam perjalanannya yang panjang, saya berjanji pada diri sendiri jika pencapaian terbesar saya akan datang sebentar lagi. Tidak ngoyo—ngotot—akhirnya pencapaian benar-benar datang. Tidak terbayangkan menjadi bagian dari konferensi anak-anak muda Asia-Pasifik di Jepang, tinggal di keluarga asli, bertukar gantungan kunci dan cerita menakjubkan dengan pemuda Asia-Pasifik, saat umur 17 tahun lebih sedikit. Pencapaian? Iya, karena puas secara emosional, dan membuat good impact bagi orang lain—setidaknya bagi Bapak dan Ibu saya.

Agustus 2014, setelah kosong dengan ‘tidak punya pencapaian’—sebenarnya ada, tapi itu tadi, kurang saya merasa kurang puas secara emosional hahaha—hadirlah kabar baik dari langit (nggak gitu juga sebenarnya). Mengikuti seleksi Djarum Beasiswa Plus dengan riang gembira, tanpa beban harus dapat, pada masa-masa sulit nggak ada duit, tugas kuliah sedang menumpuk dengan ‘produksi, produksi, dan produksi’, akhirnya satu lagi pencapaian menghampiri. Dua orang saja dari FISIP Undip, menjadikan pencapaian kali ini ‘plus-plus-plus’. Tiga kali ‘Plus’. Mengikuti rangkaian pra-Beswan hingga kegiatan Beswan, menghirup kembali perasaan tertantang, bertemua banyak orang dari banyak daerah, hingga menulis tulisan ini. Pencapaian yang sama besarnya dengan pencapaian tahun 2011.

Jadi, pada intinya saya akan berkata jika pencapaian seseorang bukan dilihat dari nilai atau kadar kesuksesan. Namun menurut saya, jika kita secara pribadi merasa puas secara emosional, dan juga rasa kepuasan itu menjalar ke orang-orang di sekitar, makahal itulah yang disebut pencapaian. Bukan pencapaian namanya kalau hanya dinikmati seorang diri.

Quotes: Segala kesenian dan segala penelitian, serta segala tindakan dan segala ikhtiar, dimaksudkan bertujuan untuk mencapai kebaikan. Oleh karena itu, benarlah apabila kebaikan dicanangkan sebagai tujuan dari segalanya.

– Etika Nikomakea, Aristoteles-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s