Apa yang Terjadi Jika Kau adalah Beswan Djarum [2] : Nation Building 2014

Bayangan saya akan ‘beasiswa’ tidak saya temukan di Djarum Beasiswa Plus. Serius. Apa yang orang-orang katakan dengan ‘beasiswa’ sangat berbeda dengan yang saya temui di sini. Dalam beasiswa *sensor* seorang penerima akan mendapat transfer dana sebesar 750.000 rupiah sebulan. Dalam beasiswa *sensor* penerima memperoleh dana beasiswa 5.000.000 per semester. Dalam Djarum Beasiswa Plus, Beswan memperoleh dana beasiswa setiap bulan sebesar 750.000 rupiah selama satu tahun; pelatihan keterampilan dan kemampuan lunak dalam tiga kegiatan besar; kepekaan terhadap lingkungan sosial melalui program ‘abdi lingkungan’ yang didanai; kesempatan mengikuti kompetisi dengan hadiah sangat besar; kesempatan merasakan atmosfer internasional; kesempatan bertemu praktisi, ahli, cendekiawan, artis, musisi, host populer di Indonesia; mengembangkan sayap relasi kepada banyak mahasiswa di seluruh Indonesia, kesempatan mengunjungi berbagai kota di Indonesia gratis, service yang total, atribut lengkap sebagai Beswan, dan blablabla. Saking banyaknya sampai paragraf ini terlampau panjang untuk paragraf sebuah blog.

 

Copy of 1414947609597
Beswan 30 Semarang yey

 

Selalu ada kejutan yang datang di tiap kegiatannya. Dan semua yang diberikan oleh Djarum Foundation benar-benar total. Total. Total. Total. Tidak hanya melulu dana pendidikan, Djarum Beasiswa Plus memberikan suatu bekal bagi penerima beasiswanya. Tidak seperti beasiswa lain yang hanya memberi dana pendidikan saja, lalu sudah. Pertama-tama saya akan menceritakan satu kegiatan besar di Djarum Beasiswa Plus. Kegiatan pertama, membuat terharu, giga, menakjubkan. Nation Building.

 

Mana bisa 516 mahasiswa seluruh Indonesia kumpul membuat pertunjukan bersama dalam waktu empat hari? Pada saat yang sama, saya masih bengong dengan kenyataan: ‘Plus’-nya Djarum Beasiswa Plus sudah dimulai. Banyak pertanyaan berkumpul dalam benak saat mulai berangkat menuju hotel Ciputra, homestay-nya Beswan Djarum saat itu. Nation Building 2014 dengan tema Damai Bumi Dewata sudah terendus baunya sejak memasuki gerbang masuk hotel. Saya sudah tambah bengong lagi saat Kakak-kakak Beswan 29 yang menjadi volunteer langsung membacakan teknis Nation Building dan berkata: “silakan ke kamar masing-masing dan tunggu kejutan di dalamnya”. Alamak.

 

Banyak kejutan bahkan di hari pertama Nation Building. Surprise untuk calon-calon Beswan. Yang pasti, Nation Buliding adalah suatu temu Beswan seluruh nusantara untuk memberikan suatu pertunjukan yang giga pada rektor, dosen, ortu, keluarga, teman, dan masyarakat luas. Dalam Nation Building ini, Beswan seperti dikenalkan kepada seluruh masyarakat dan keluarga besar Djarum Foundation. Selama empat hari, Beswan ditempa—ceilah—untuk memberikan penampilan terbaiknya dalam show besar “Malam Dharma Puruhita” atau malam puncaknya, pada malam terakhir. Kalau saya gambarkan, sama seperti pelatihan trainee Jeketi-Fortieit sebelum debut (tolong, lewati saja kalimat sebelum ini).

 

Copy of B1QuoFCCUAA3ftE
Latihan-latihan

 

Ada bagian choir, teater dan pemeran utama. Entah apa yang mendasari pemilihan Beswan mana yang tergabung dalam tiap bagian, yang pasti saya bersyukur masuk choir karena banyak duduk ketimbang menggerakkan badan. Ah, nggak juga ding, saya jadi pegal karena kebanyakan duduk dan berat badan bertambah karena makanan berlimpah. Serius. Yang pasti, selama pelatihan kita akan ditekan—dalam hal positif, lho—untuk ‘lari-lari’ mengejar deadline segala sesuatu yang harus dipelajari sesuai bagian masing-masing. Katakan saja, empat belas (atau enam belas, atau sembilan, ya) lagu dalam waktu 3 hari harus dihafal, atau gerakan tari puluhan kali delapan hitungan. God save the Beswans. Pelatihnya tidak main-main. Om Deni Malik and the Team, dan tim paduan suara Undip beserta Kak Reza ‘The Groove”. Kya.

 

Tidak hanya itu. Ada talkshow kebangsaan yang dipandu Mba Rossi Silalahi—Mba, izinkan saya magang dan kerja di Kompas TV—dan benar-benar spektakuler. Tema saat itu intinya adalah mengenai toleransi beragama dalam kehidupan bersosial. Oh, lampu sorot yang ternyata begitu terang—apasih. Sayang saya nggak dapat giliran bertanya. Hiks. Talkshow Nation Building diselenggarakan di Gedung Sixteen-8 yang dulunya gedung Admiral sepertinya. Selain talkshow kebangsaan, ada juga cultural visit yaitu jalan-jalan asyik ke Kudus. Mengunjungi GOR Djarum Kudus, pabrik pembuatan Djarum, Menara Kudus, dan yang paling asyik, mengunjungi ‘Taman Teletubbies’ Djarum Foundation. Di sana terdapat pusatnya Djarum Trees For Life, dan monumen-monumen yang melambangkan kegiatan dari Djarum Foundation. Saking bengongnya, saya tidak foto-foto properly di sana. Hiks. Lalu, surprise datang. Membatik bersama di GOR Djarum Kudus. Dihandle langsung oleh ahli perbatikan. Meski agak jengkel karena batik saya jelek banget, tetapi tetap senang karena kejutannya sama sekali tidak terbayang. Ohya, dikawal Pak Pol dari Semarang ke Kudus, bahkan dari Ciputra ke PRPP aja, itu juga kejutan. Sugoii.

 

Copy of CAM01322
Talkshow
Copy of 1415035045994
Jalan ke Kudus

 

Kembali ke Malam Dharma Puruhita, tema Bali pada tahun 2014 tidak cuma wacana. Tidak asal-asalan seperti Pensi SMA. Semuanya total. Total. Total. Total. Dekorasi ala Bali, mendatangkan banyak bahan dan pengisi stan langsung dari Bali. Wew. Teriknya PRPP langsung lenyap seketika saat merasakan atmosfer Bali yang benar-benar membuat hidup terasa hidup. -_-

 

Live streaming Malam Dharma Puruhita: Damai Bumi Dewata membuat emosi semakin menjadi-jadi. Serasa seorang performer pendatang baru yag tahu-tahu disuruh tampil live setelah lolos audisi. Aku sih, yes. Ya mekipun saya hanya terlihat sedikit-sedikit bagai butiran Mar*mas, tetap senang karena rasa puas setelah bekerja keras berhari-hari. Seriusan bekerja keras karena kurang tidur dan makan yang berlebihan. Ahahahaha. Ohya, karena bolak-balik UTS juga, belajar di tribun… Akhir acara, sedih karena teman-teman dari seluruh Indonesia akan berpisah dan meninggalkan Semarang. Wahai teman saya yang dari Merauke, semoga dirimu membaca tulisan ini.

 

Copy of CAM01310
Baliho Nation Building di daerah Kalibanteng

 

Voila! Kejutan lagi. Di luar, sudah ada panggung mini yang lengkap dengan alat band, amplifier, lampu sorot, sound system, dan MC! Ditutup dengan indah, haru, gila, dan guyuran hujan yang deras aduhai, Om-om dari Sheila On 7 menghentak Beswan 2014. Kembali ke hotel, rebutan elevator, dadah-dadah dengan roommate, pagi hari Ciputra sudah kosong hanya tersisa Beswan Semarang yang menunggu jemputan. Empat hari serasa di dunia lain.

 

 

Quote: You will not meet surprise as amazing as Djarum Beasiswa Plus do.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s