Dibabu Gadget

Begitu saya masuk ke dalam bus rapid transit Semarang, seorang mbak usia 22 tahunan sudah duluan duduk di sana. Wajahnya menunduk, matanya melihat bawah. Saya kira dia tidur. Ternyata pegang iPhone dan headsetnya nyantol di kuping.

Saat itu saya naik dari terminal. Jadi bus masih kosong. Sekitar lima menit, bus berangkat dengan lebih banyak orang yang masuk. Mulai menarik, saat saya perhatikan si mbak tadi. Posisinya masih sama persis dengan saat pertama saya lihat. Bus berjalan tersendat-sendat, pasti bikin pusing siapapun yang sedang melihat satu objek terus menerus (baca: misal orang yang sedang main hape). Tapi si mbak tenang saja. Tenang banget. Saya mulai takjub saat setengah perjalanan, si mbak masihhhhhhh saja dalam posisi yang sama. Dia lihat apa??!! Begitu batin saya dalam hati. Jika memang dia sedang berchatting untuk hal penting, saya bisa maklum. Namun terlihat sekilas si mbak hanya bolak balik scroll Path. Bisa simpulkan sendiri kan?

Dan ada satu kejadian yang membuat saya yakin dan percaya jika si mbak adalah salah satu the Avenger. Ada ibu-ibu usia 60-an masuk ke bus, berjalan terhuyung-huyung mencari tempat duduk. Ada satu tempat kosong, yaitu di sebelah mbak tadi. Ciiiit. Bus kekencangan menginjak rem. Walhasil si ibu yang belum genap duduk dengan baik, oleng hampir jatuh. Otomatis tangan si ibu pegangan ke kaki si mbak tadi. Sebagai orang normal, jika ada kejadian seperti itu di dekat saya, reflek saya akan berfungsi otomatis. Saya akan memegang tangan si ibu atau minimal saya mendongak, melihat apa yang terjadi. Tahu tidak? Sekali lagi saya percaya si mbak tadi adalah Avenger. Tidak sesenti pun mata, pandangan si mbak berpindah dari layar iPhonenya. Dengan ekspresi fokus, senyum-senyum ringan, masih saja dia sibuk dengan gadget mahalnya. Ya Tuhan! Kepedulian Avenger terhadap lingkungan sekitar sudah direbut musuh yang namanya gadget!!

Ya, pada intinya, saat ini manusia sudah dikuasai teknologi. Gadget dengan bermacam penawarannya. Media sosial dengan berbagai keindahan mayanya. Gadget menjadi semacam racun bagi sosialisasi. Bodo amat dengan apa yang terjadi di lingkungan sekitar saat seseorang berenang di dunia maya dan kupingnya disumpal musik bervolume maksimal. Di saat seseorang merasa asyik dengan hidupnya di dalam gadget, saat itu pula ia akan mengasingkan dirinya sendiri dari dunia nyata. Pada kasus yang saya alami di atas, seorang mbak yang sampai sebegitu tidak pedulinya dengan lingkungan–yang dekat sekali dengan dirinya–karena terbudak oleh gadget. Saya membayangkan di masa depan, manusia memiliki gestur dan ekspresi yang seragam di seluruh dunia. Menunduk, mata melihat ke bawah, tangan diangkat setinggi dada, ekspresi muka datar, dan membawa “penguasa dunia baru”, yaitu gadget. Banyak kecelakaan terjadi karena orang-orang melakukan hal seperti si mbak tadi. Banyak hubungan keluarga, sahabat, putus karena makhluk baru yang menguasai dunia, gadget. Sebagai orang yang sadar, sebaiknya kita jangan mau diperbudak oleh teknologi. Teknologi, gadget, ada untuk membantu, bukan menjadikan kita babu. Babu tekologi, karena ketidakpedulian kita sendiri. Jangan sampai suatu saat umat manusia dimusnahkan moral dan pikirnya oleh ciptaannya sendiri.

Advertisements

2 thoughts on “Dibabu Gadget

  1. Hahaha… trmksh sdh share pengalaman yg lucu. Daya tarik dunia maya memang luarbiasa, mengikat dengan kuat seakan2 itulah realitas sbnrnya.

    Ini bisa jd analogi utk menjelaskan betapa manusia jg terikat dgn dunia 3 dimensi ini dan menganggap inilah realitas yg sebenarnya.
    Manusia2 yang belum bangun.

    Btw, met kenal ya. Salut banget dg usia semuda ini cara pandang nya sdh dalam dan tidak biasa. Teruslah berfikir dan bertanya .. alam semesta akan menyediakan jawabannya pada waktu yang tepat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s