“R.M. Minke” dan Terlupakannya Penggagas Pers Nasional

Hari ini banyak dapat informasi tentang R.M. Tirto Adhi Soerjo alias T.A.S. Jarang yang tau kan beliau siapa?

Penggagas pers nasional dan pelopor pergerakan nasional Indonesia. Berjuang lewat tulisan. Diberi gelar pahlawan setelah 100 tahun surat kabar “Medan Prijaji” yang didirikannya untuk membongkar kelicikan kolonial saat itu. Bayangkan. 100 tahun setelahnya. Tahun 2006. Menolak untuk jadi bupati menggantikan ayahnya, dan berhenti sekolah kedokteran STOVIA demi melanjutkan cita-citanya: menjadi manusia bebas.

Masih sangat muda saat meninggal, cuma diiringi beberapa orang saat pemakamannya. Dengan sumbangsih yang sangat besar buat bangsa ini, bahkan nama beliau tidak dikenal generasi sekarang. Pelopor perjuangan kebebasan dari kolonial, penggagas pers nasional dengan bahasa Melayu, pendiri organisasi kebangsaan Serikat Prijaji yang seumur jagung, bahkan sebelum organisasi “besar” Boedi Oetomo didirikan.

Meninggal dalam kesunyian setelah apa yang beliau berikan buat bangsa. Bagi saya yang sedikit belajar jurnalistik, tentu merasa bersalah baru saja mengetahui beliau. Tokoh pers dan pergerakan nasional yang terlupakan. Kalau beliau tidak berani bersuara saat itu–dalam keterbatasannya sebagai pribumi dan usia yang sangat muda–mungkin kita belum bisa merasakan kebebasan saat ini. Terutama kebebasan mengemukakan pendapat di hadapan publik.

Mengesampingkan praduga-praduga ahli atau pakar atau oknum lain yang mengatakan beliau antek kolonial atau seorang komunis atau apalah, yang pasti beliau memberi cahaya bagi bangsa kita yang buta saat itu. Memberi kepercayaan pada manusia pribumi bahwa mereka bisa bebas.

Saya masih mengagumi beliau, apapun opini yang berkembang. Dalam kematiannya yang sunyi, bahkan hingga kini tanpa dikenali, beliau tetap sosok yang menghidupkan semangat berjuang pemuda bangsa. Ya, walau kini terlupa..

1880-1918,

Pahlawan yang datang dan pergi dalam diam, R.M. T.A.S, a.k.a R.M. Minke.

-Pendapat pribadi sebagai pengagum. Setelah membaca beberapa referensi dan tetralogi pulau Buru dari Pramoedya A. Toer. Setelah ini akan berusaha mencari lebih banyak tentang beliau-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s