Review Supernova Inteligensi Embun Pagi [1]

Perkenalan pertama saya dengan Supernova adalah pada tahun 2007, saat saya masih SMP. Seri kedua, Akar, adalah buku pertama yang saya baca. Karena nggak ngerti, saya melepas seri itu. Mulai tahun 2012, saya berkenalan lagi dengan Supernova. Hal pertama yang saya katakan saat membaca ulang adalah: “ini yang saya cari!”. Dengan pemikiran Dee yang “sejalan” dengan saya, dan konsep-konsep yang ia berikan yang berdasar. Tidak omdo.

Hingga seperti kalap, saya tuntaskan seri Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh; Akar; Petir; dan Partikel yang saat itu baru rilis, sekaligus. Lalu Gelombang di tahun 2014. Hal yang membuat saya jatuh hati dengan seri Supernova adalah kelihaian Dee dalam memainkan emosi dan karakter yang banyak di dalamnya. Peleburan kepercayaan dan keilmuan menambah cerdas novel ini.

Lahirlah seri terkhir Supernova, Intelegensi Embun Pagi (IEP) pada 26 Februari 2016 lalu. Episode terakhir ini–yang katanya sudah direncanakan Dee sejak draft awal Supernova KPBJ–sangat ditunggu fans Supernova karena konon menguak semua misteri yang hadir di setiap serinya.

Di bawah ini adalah review sehingga mungkin tulisan setelah ini hanya akan dipahami pembaca Supernova. Dan spoiler warned!

Dalam IEP, semua karakter utama dipertemukan. Saling “terbangun” dengan identitas baru mereka sebagai “Peretas”, si penjaga portal menuju gugus Asko. Peretas yang terbangun ini tersadar akan misi mereka yaitu secara sadar membawa Peretas Gerbang (Partikel) dan Peretas Kunci (Kabut) untuk membawa turun Permata, pada Hari Terobosan. Permata inilah yang nantinya akan terlahir pada Hari Pembebasan. Entah apa Hari Pembebasan itu, saya berspekulasi di bawah.

Banyak hal yang mengejutkan bagi pembaca Supernova. Karena muncul banyak tokoh lama yang ternyata adalah bagian dari “rencana”. Kenyataan bahwa ada peretas lain seperti Kabut dan Peretas dari gugus lain seperti Ksatria, Puteri, Bintang Jatuh, Murai, Bulan, dan Foniks menambah rumit tujuan akhir para peretas ini. Intinya (akan terlalu panjang jika saya rangkum semua) adalah ada 64 portal di seluruh dunia yang sedang mempersiapkan lahirnya Permata melalui penyadaran diri mereka–baik lewat diri sendiri ataupun Infiltran. Dan para peretas ini menjalankan fungsi masing-masing untuk proses penyadaran itu. Hal yang betul-betul membuat saya tertarik adalah konsep hiperentitas dan kesadaran tunggal yang berdampak dari bergesernya kutub magnet bumi, yang dituangkan Dee dalam IEP ini, yang menjadi bagian dari jalan utama cerita besar.

Konsep Peretas sebagai agen “penyadar” agar semua manusia segera bangun dan lepas dari Samsara (konsep reinkarnasi dalam kepercayaan Budha), Infiltran sebagai agen “pembebas” para Peretas di mana mereka hanya menjalankan apa yang menjadi rencana Peretas di kehidupan sebelumnya, dan Sarvara yang diistilahkan sebagai “anjing penjaga” untuk menjaga bumi berputar apa adanya, menjadi inti besar perjalanan seri Supernova yang dijabarkan dalam IEP. Dan berikut ini adalah beberapa pertanyaan saya yang belum terjawab dan saya berusaha menajawab sendiri (pingin tanya langsung ke Mamak Suri tapi gimana caranya).

Bersambung ke Part II.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s