Review Supernova Inteligensi Embun Pagi [2]

Bagian II ini adalah pertanyaan–beberapa juga merupakan dugaan, atau beberapanya lagi adalah kesimpulan pemikiran pribadi saya–yang tercetus setelah menuntaskan Supernova IEP. Akan seru jika dibuat prekuelnya! Silakan dikoreksi dan ditambah untuk bahan diskusi karena saya juga menebak berdasar pemikiran dangkal saya sebagai anak-anak. Hoho. :3

1. Firas ngapain aja selama 12 tahun ini dan kenapa dia dipanggil “Bumi” setelah terlahir kembali?

– Ada rencana dalam gugus Kandara yang terlanjur rusak. Seperti yang dijelaskan dalam IEP, Bintang Jatuh memiliki rencana untuk mempercepat penyadaran yang kemudian malah menghancurkan Kandara. Menurut saya, Murai (Firas) memilih “mati dengan cara sendiri” daripada dikonversi menjadi Sarvara. Yang sayangnya di bagian akhir diperlihatkan bahwa ia terlahir kembali menjadi Bumi yang merupakan hasil konversi oleh para Sarvara (ditambah fakta bahwa seorang Sarvara menganggapnya sebagai ‘anak`). Dan I think it will be awesome if Dee makes new project based on this fact! ><

2. Hari Pembebasan itu apa?

– Hari di mana Permata-Permata turun ke bumi dan mengaktifkan 64 portal di seluruh dunia. Ya, itu secara konsep. Secara operasional, entah bagaimana bentuk dan caranya. Apakah hari itu adalah “hari di mana manusia kembali dari amnesianya dan tersadar bahwa mereka adalah entitas tunggal, satu kesatuan, bukan wujud manusia individual seperti yang saat ini terlihat, di saat kutub magnet bumi saling bergeser lalu bersinggungan yang menyebabkan kompleksitas kesadaran ingatan per individu” atau bahasa singkatnya “kiamat”. Entahlah. Hanya Dee dan Tuhan (yang manapun) yang tahu.

3. Bong (Candra) bertemu Ferre (Ksatria) setelah ia mendapat batu something dari Ishtar (Sarvara terkuat), kenapa?

– Menurut pendapat saya secara awam, para Peretas gugus Kandara ini sebetulnya sudah merencanakan kehancuran Kandara dan ingin berbuat sesuatu sebelum Permata turun ke bumi. Belum ketahuan dari otak muda saya ini apakah sesuatu itu akan membantu aktivasi portal atau justru sebaliknya. Yang pasti, Bulan berusaha menyadarkan kawan segugusnya dari amnesia. Mungkin setelah ini dia akan datang ke Puteri dan …. Bumi….?

4. Kenapa Bong tidak melakukan apa-apa padahal ia sadar?

Itu tadi. Ia sudah punya rencana dengan kawan segugusnya yang sudah ia susun sebelum siklus ini. Ia menunggu saat gugus Asko “cacat” dengan matinya Peretas Mimpi, Gelombang, yang juga pemimpin sekaligus pembangun Asko. Tapi… Foniks menggantikan Gelombang, sehingga Kandara kehilangan Foniks dan Murai. Tapi sekali lagi… ada Bumi…?

5. Dimas dan Reuben menyimpan sesuatu?

– Sangat menarik menyadari kenyataan di mana Dimas, Bong, dan Mpret (Toni) bersaudara. Menilik kemungkinan jika Mpret (si Foniks) adalah “Permata” dari gugus Kandara–karena ia yang termuda dan muncul paling akhir–yang mengindikasikan Foniks akan “lahir” dari sesuatu (yang berarti orang tua Toni si Foniks adalah seorang Peretas Gerbang dan Peretas Kunci seperti halnya di gugus Asko) sehingga kemungkinan besar keluarga Prayitno (notabene Dimas adalah salah satunya) merupakan bagian dari rencana terakhir dari sesuatu. Janggal rasanya jika Dimas–dan Reuben–hanya muncul sebagai penyampai pesan Supernova I ke Supernova II–Diva menyadarkan Kstaria melalui Supernova…? Atau Diva sebenarnya ingin menyadarkan Foniks…? Lewat Dimas dan Reuben…? Rasanya harus ada hal lain yang tahu-tahu membawa Dimas dan Reuben ke kenyataan jika mereka adalah bagian dari rencana gugus Kandara!! >< (spekulasi itu asyik dan bebas hoho). Intinya, apakah benar fungsi Supernova hanya sebagai jaring penghubung antar Peretas dari gugus Kandara? Atau sebenarnya Bintang Jatuh merekrut anggota lain untuk persiapan sesuatu?

6. Spekulasi saya dari ini semua, Gelombang akan terlahir lagi bersamaan dengan lahirnya Permata. Akan terjadi semacam pemberontakan di Hari Pembebasan. Dalam kenyataan jika Peretas Mimpi a.k.a Gelombang harus berpartisipasi secara sadar untuk mengaktifkan portal, kemungkinan Gelombang akan menjadi “rebutan” bagi si pembuat rencana. Tapi jangan lupa, Sarvara masih terus mengendus para Peretas dan mencoba menggagalkan meski sebenarnya semua berjalan sesuai rencana (ah saya suka bagian ini).

Bagaimanapun, semua berada di tangan pencipta, Mamak Dee. Secanggih apapun dugaan seseorang mengenai “misi” sebenarnya seri Supernova, tetap tidak bisa membaca pikiran si pengarang. Yang pasti Mamak Dee sudah menegaskan jika IEP adalah seri terakhir Supernova (tapi kata Mamak Dee, akhir adalah awal yang lain lhoooo haha). Tidak menutup kemungkianan akan ada serial lain yang serupa atau malah bagian di dalamnya. Mengingat ada kode keras dari Mamak Dee saat datangnya Bong ke Ferre atau lahirnya si Bumi.

Bagaimanapun Supernova adalah serial yang ikut mendewasakan saya. Cara berpikir yang di atas normal membuat saya ikut terus menerus bertanya. Terimakasih Mamak Suri Dee Lestari yang dengan apik merangkai serial cerdas selama 15 tahun.

-Saya yang sampai sekarang masih ngekek karena “Bulik Brewok”, “dkk”, dan “Di surga ketemu Tuhan yang mana”-

Advertisements

2 thoughts on “Review Supernova Inteligensi Embun Pagi [2]

  1. Ya, ya, ya, saya juga suka panggilan yang dikasih Empret buat Reuben itu, Bulik hahahahaha,,,,,

    apa kata Reuben? Ada orang yang manggil dia Mas aja ditegur, lah ini Bulik?! Nyari mati si Toni, hahahaha,,,

    oia, salam kenal. Senang ketemu sesama pecinta seri Supernova.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s