Untuk Mereka yang Tidak Diketahui

Apa yang disebut sebagai kebebasan mutlak itu tidak ada. Terlebih lagi di saat sebuah negara belum mencapai “kebebasannya”. Bagi yang pernah berjuang, sampai kapanpun tidak ada yang namanya “bebas”. Bagi yang hanya menyaksikan “kebebasan” semu itu, akan membicarakan mengenai “merdeka, bebas”, dalam bahasa mereka sendiri. Malah kadang proses tidak terlalu dikenang. Di saat momen tertentu, mereka yang berjuang itu kemudian diingat, dikenang, sebagai “yang membawa kebebasan”. Dengan bahasa awam, bahasa kekinian, bahasa senang-senang. Padahal mereka yang berjuang tidak setitikpun ingin dibahasakan. Tidak terlintas sedikitpun sebuah embel-embel yang menempel di belakang nama mereka, atau julukan atas kegiatan mereka. Saat itu, yang dilakukan hanyalah bagaimana mempertahankan eksistensi esok hari, setidaknya bagi keluarga kecil mereka. Atau berusaha menciptakan pagi, yang bahkan dalam kenyataan tidak ada konsep itu. Mungkin juga mereka berusaha menghadirkan masa depan, meski hal itu kabur oleh kepulan asap hitam hasil ledakan mesiu.

Dalam setiap operasinya, yang mereka ingat hanya bagaimana negara akan terus ada di dalam peta. Bukan, bukan hanya sebesar negara, bahkan lingkup terkecil lingkungan mereka menjadi suatu hal teramat penting yang diperjuangkan mati-matian. Demi esok dengan kebebasan yang mereka tahu tidak mungkin mutlak bebas, berjuanglah sepenuh jiwa raga. Hingga berkembang suatu bangsa, dengan opini-opini “bela negara” yang terus berdengung dari televisi-televisi. Didebatkan, dibahas bagaimana implementasinya. Disanksikan mengapa hal itu harus dilakukan. Padahal, bagi mereka yang berjuang, konsep bela negara bukanlah suatu hal yang harus didebatkan apalagi disanksikan keakuratannya. Berjuang tanpa pamrih, tanpa berharap apa-apa. Bahkan hingga dikenang tanpa nama. Ya, sudah lelap mereka kini, dalam bayang-bayang kebebasan. Kenapa bayang-bayang? Karena belum juga mereka rasakan atmosfer kebebasan yang sesungguhnya. Bukan kebebasan mutlak memang, namun hal itu lahir dari kerja sama dan kerja keras mereka yang kini telah tidur. Sekali lagi, kebebasan mutlak tidak akan pernah ada. Namun tanpa berkata, mereka mencipta. Untuk kita yang terus menerus bertanya mengapa membela negara masih dipertimbangkan keabsahannya.

Untuk mereka-mereka yang tidak diketahui, dan tidak pernah ingin diketahui. Terimakasih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s