#Filosofi: Seruan

Although it won’t be noticed, I promise to keep on struggling! Someday, the day, it will come. Always do that everyday, do my passion. Yea, only passion. And believe, it just really close with “the top”.

Bekerja dalam hal yang disuka, lebih cenderung sulit mewujudkan. Karena keharusan dan impresi adalah mutlak, bagi sebagian orang.

Tuntutan? Bisa dibilang begitu. Tapi hasrat tidak bisa memungkiri. Mengaduk yang nyata dan yang fiksi.

Sekali lagi, karena kita hidup di bumi. Dan selama kita masih manusia. Sosialisasi, menjadi cangkang batas berekspresi. Ya, tuntut sana sini.

Sebenarnya karena manusia harus berhadapan dengan masa depan. Konyol karena masa depan itu ya hari ini. Tapi waktu dan ruang itu sinkron.

Bisa apa, selain “jalani saja”. Berusaha tetap percaya akhir itu awal dari yang lain, kata Dee.

Apakah saatnya akan tiba, masih jadi rahasia. Setidaknya untuk saat ini. Abstrak, lalu perlahan bangun untuk… lupa?

Setidaknya masih bisa terus bertanya. Menandakan bahwa saya masih ada.

(Seruan itu datang lagi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s