#Filosofi : Bebas

Title: Bebas

Masih sangat terasa, betapa memusingkannya dunia. Terkurung dalam penjara kasat mata. Bebaskan aku dari sini, begitu aku minta.

Lalu aku tak sengaja, menginjak batasmu. Menyibak jalan berdebu. Otak mulai menyeru. Bebaskan aku! Sadarkan aku!

Kegelisahan datang mengendap-endap. Berevolusi menjadi energi. Energi kegelisahan maksimum. Bergulat dengan penasaran dan rasa lelah tidak berkesudahan. Lalu muncul tanda: ke mana aku sebenarnya?

Rasa lelah terus mencari, tahu-tahu menyergap menembakkan duri. Ada sedikit kelegaan saat menemukan, namun seperti diputar balik. Tanda itu kembali datang: siapa kau sebenarnya?

Rasanya sudah sangat lama. Saat terakhir aku merasa. Hidup dalam nyata, tanpa palsu dan maya. Rasanya sudah sangat lama. Saat tua bukanlah seperti sekarang adanya. Sudah sangat lama, saat kau menyeru mengenai β€œkita”.

Bumi masih sama. Perputaran kita masih lingkaran yang sama. Katanya, tempat kita dulu bertemu juga masih sama. Ah, aku rindu…

Kesadaran muncul tertatih-tatih. Datang sekejap membawa benih. Setidaknya aku tahu harus mulai gigih. Bebaskan aku. Bebaskan dari ragaku. Bebaskan dari hukumanku. Biarkan aku kembali, dalam kita yang abadi.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s