#Filosofi : Pembukaan

Semakin jelas makna “we are with you”. Untuk sampai tahap segini, kurang paham kenapa ditemukan dalam bentuk cyber. Sulit dapat tik tok atau jawaban yang dipinginkan dari orang yang nampak malah. Tapi setidaknya bersyukur mulai dibukakan. Dibangunkan. Meski gak tau sampai seberapa nanti di akhirnya. Yang jelas pencarian itu akan masih dan terus berlanjut sampai batin ini full. Lebih tepatnya sampai batas diri yang sekarang full.

 

Mengatakan hal macam ini mungkin nerd, nggak nyambung. Tapi kalau paham, akan tersampaikan juga. Mulai sekarang lakukan yang harus dan mau dilakukan, keep wise. Karena yakin, suatu saat para penjawab itu datang satu demi satu. Lalu jadi galaw. Nggak apa-apa asal nggak merugikan, terutama ortu. Saat ini dipendam dulu, bicara kalau perlu. Nanti kalau sudah limit, akan dibuka. Tapi tetap mencoba seserhana, dengan batasan-batasan yang ada.

 

Mencoba menenangkan diri sendiri dulu, pura-pura tahu. Sampai pletikan-pletikan itu datang lagi, cuma bisa jalani senormal mungkin. Ini bukan melulu fiksi, atau distorsi pikiran anak muda. Cuma merasa tersentil, setelah sebenernya merasa ada pembenaran-pembenaran dari kegelisahan sejak remaja.

 

Semoga semakin paham. Dengan batasan tertentu, sebagai makhluk. Semesta-semesta yang seperti statis tahu-tahu goyang-goyang. Dilingkupi tanda tanya giga. Akhirnya, kembali pada satu kepercayaan. Satu.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s